Mobil Listrik Indonesia ? Kapan Majunya ?

Mobil-Listrik-Ahmadi

Salah Satu Mobil Listrik Indonesia

Ada yang menarik dari fakta mobil listrik di Indonesia. Hal tersebut adalah kurangnya perhatian dari pihak pemerintah dalam mendukung majunya pengembangan ide produksi sebuah mobil bertenaga listrik yang konon katanya terbukti lebih efisien dari segi penggunaan energi. Bisa dibilang pemerintah hanya setengah-setengah dalam memberikan dukungan yang akhirnya membuat perkembangan mobil listrik di tanah air menjadi stagnan karena proses produksi tidak berjalan lancer sebagaimana mesitinya.

Pemerintah harusnya mendukung semua jenis produksi mobil baik itu mobil hybrid, gas, listrik, atau mobil murah ramah lingkungan karena tiap jenis memiliki segmen yang berbeda-beda. Membicarakan tentang produksi mobil listrik bukanlah membicarakan tentang modal yang sedikit sehingga kemungkinan untuk melepas sebuah mobil listrik dengan harga mahalpun sangat dimungkinkan. Namun kabar yang terlanjur beredar di masyarakat saat ini adalah : Mobil listrik itu irit dan harganya lebih murah dibandingkan mobil yang menggunakan BBM. Faktanya : Produksi awal mobil lisrik tentu akan menelan biaya yang banyak karena tentunya masih akan diproduksi secara terbatas dan jika tidak didukung dengan bantuan dari pemerintah maka mau tidak mau harganya pun akan mahal ketika dilepas di pasaran. Jika hal tersebut terjadi maka kapan masyarakat Indonesia akan bisa menikmati mobil listrik yang berharga murah nan irit ?

Roewe-E50-Mobil-Listrik-China

Roewe E50 – Mobil Listrik China

Keadaan di Indonesia ini sebenarnya cukup memalukan mengingat banyak negara lain yang justru menganak-emaskan produksi mobil listrik dan menganggapnya sebagai mobil masa depan yang memiliki potensi sangat besar.Di negara China misalnya, untuk merangsang masyarakat membeli mobil listrik, pemerintahpun membantu dengan mensubsidi para pembeli dengan angka yang tidak bisa dibilang kecil yakni 100.000 yuan atau sekitar Rp 153,4 jutaan. Hal ini membuat harga asli dari mobil listrik tersebut mendapatkan banyak potongan harga. Hebatnya lagi subsidi yang diberikan tersebut merupakan hasil gotong royong dari Pemerintah Pusat dan Pemerinta Shanghai sekaligus ! Pengurusan surat dan pelat nomorpun diberi kemudahan dibandingkan pengurusan pada mobil-mobil konvensional. Negara China bahkan memiliki misi untuk menjadi pusat sekaligus raja dari produksi mobil bertenaga listrik. Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri ? Apakah industri otomotif mobil listrik di Indonesia harus melihat China berkuasa terlebih dahulu baru kemudian terangsang untuk menjadi kompetitor yang mengekor sambil terseok-seok di belakang karena sudah ketinggalan jauh ?

Sebenarnya kita memiliki banyak sekali orang-orang berbakat yang memiliki segudang ide untuk mendukung industri mobil dalam negeri. Namun sayangnya pemerintah seakan-akan terlalu pelit untuk memberikan ketegasan dari segi dukungan. Jika pemerintah melakukan hal tersebut karena kurang yakin dengan potensi anak bangsa sendiri lalu kapan Indonesia bisa mengejar raksasa industri otomotif dunia? Cukup berikan dukungan berupa dana atau subsidi kemudian berikan target pada pihak yang menyanggupi untuk menjalankan industri mobil bertenaga listrik. Mungkin dengan begitu perkembangan mobil listrik Indonesia yang lebih baik akan lebih cepat terlaksana.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *